Implementasi Strategis


Oleh:
Abd Malik S.Pdi

Program Pascasarjana
Magister Manajemen Pendidikan Islam
Universitas Islam Negeri (UIN)
Maulana Malik Ibrahim Malang

Abstrak :
Pada satu dekade terakhir ini, terutama sekali semenjak sering diketemukannya berbagai kegagalan menuntaskan siklus perencanaan strategik, maka muncul kesadaran bahwa implementasi sebuah strategi adalah merupakan salah satu bagian hal yang terpenting dari proses strategis, dan patutnya memperoleh perhatian sama seperti ketika proses memformulasikannya. Pengimplementasian yang canggih dari sebuah strategi menuntut hadirnya suatu paket terintegrasi dari langkah-langkah yang akan memfasilitasi dan mendukungnya memungkinkan dipraktikannya strategi yang berformulasi tersebut.
Proses implementasi sebuah strategi sesungguhnya mengandung lebih banyak lagi kerumitan ketimbang sekadar penyelesaian kronologis berbagai kewajiban dari strategi terformulasi.Sewaktu menjalani proses implementasi ini, para manajer wajib melakukan pemantauan demi menjaga terciptanya sebuah lingkungan keorganisasian yang kondusif untuk mengoperasionalkan strategi telah diformulasikan tersebut.
Implementasi atau yang lebih dikenal dengan tahap pelaksanaan dari proses manajemen strategis merupakan salah satu tahapan dari strategi yang telah dipilih melalui tahapan formulasi. Sampai saat ini tiga tahapan sebelumnya telah dibahas mulai dari formulasi strategis, analisis strategis dan pilihan strategis. Untuk memastikan keberhasilan implementasi strategis harus diterjemahkan kedalam tindakan-tindakan yang diimlementasikan secara hati-hati dalam hal ini berarti bahwa implentasi itu harus diterjemahkan kedalam panduan aktifitas sehari-hari para anggota serta tidak bisa terlepas dari struktur organisasi, budaya organisasi serta kepemimpinan.
Dalam praktik implementasi strategis sering ditemukan kejanggalan yang dilakukan oleh implentator organisasi sehingga berpengaruh terhadap kurang optimalnya dalam mencapai sebuah tujuan serta berujung kepada sebuah kegagalan dalam mencapai  tujuan, hal itu disebabkan oleh pengimplementasian yang kurang tepat dan terukur. Oleh karena itu dalam pembahasan sederhana ini penulis mencoba menguraikan tentang perumusan dan cara merealisasikan strategi sehingga proses implementasi strategis itu mampu dilaksanakan secara tepat dan terukur.
Kata Kunci : Strategic, Implementing Strategic

A.    Pendahuluan
Suatu strategi dipilih dari semakin banyak alternative yang telah dianalisis dan dipertimbangkan dengan teliti dan matang serta dilaksanakan dalam satu kurun waktu tertentu. Agar satu organisasi berada pada kondisi dan posisi yang efektif dalam upaya menciptakan tujuan dan berbagai sasaran dalam lingkungan eksternal yang sering berubah pada tingkat dan intensitasnya yang pada kalanya tidak mungkin diperhitungkan sepenuhnya sebelumnya.
Setelah perusahaan merumuskan strategi korporat, kemudian unit-unit usaha yang berada dibawah kepemilikan korporat merumuskan strategi-strategi bisnis dan perusahaan yang terlibat membuat strategi fungsional, maka selanjutnya hal dilakukan oleh perusahaan adalah mengimplementasikan seluruh strategi yang telah dibuat. Implementasi bertujuan agar strategi yang telah dibuat tidak hanya dirumuskan dan ditulis saja tetapi ada kerja nyata sebagai bentuk dari pengimplementasiannya baik dalam perencanaan strategis agar mencapai agar yang telah ditentukan serta dapat terlibat akan mampu bekerja dengan sukses.
Pengawasan ini dilakukan dengan alasan karena untuk mengetahui bahwa perekonomian tidak stabil, daur hidup produk semakin singkat, keunggulan teknologi menjadi sesaat, perubahan terjadi lebih sering dan lain-lain. Oleh sebab itu diperlukan sebuah pengawasan dalam manajemen strategi. Seorang controller harus dapat merumuskan strategi yang dapat menjadikan organisasi keluar sebagai pemimpin pasar. Sistem pengendalian manajemen adalah sebagai alat untuk mengawasi pelaksanaan strategi untuk mencapai tujuan perusahaan.
Implementasi strategi membutuhkan motivasi khusus dan keahlian kepemimpinan. Alfred Chandler mengatakan bahwa strategi adalah suatu penentuan sasaran dan tujuan dasar jangka panjang dari suatu organisasi (perusahaan) serta pengadopsian seperangkat tindakan serta alokasi sumber-sumber yang perlu serta alokasi sumber-sumber yang perlu untuk mencapai sasaran. Dalam kajiannya tentang strategi, Hendry Mintzberg mencatat bahwa setidaknya strategi tidak sekedar memiliki dua elemen definisi yaitu sebagai perencanaan dan pola. Lebih lagi ia mengungkapkan bahwa definis strategi telah berkembang dengan tiga ‘P’ baru, yaitu posisi (position), perspektif  (perspective) dan penerapan (poly).
Secara berturut-turut membahas tentang apa yang dimaksud dengan strategi, implementasi strategi, proses, rumusan, cara, isu-isu dan evaluasi implementasi strategi.

B.    Strategic
a.    Pengertian Strategi
Istilah strategi berasal dari kata Yahuni strategeia (stratos= militer; dan ag= memimpin) yang artinya seni atau ilmu untuk menjadi seorang jenderal. Strategi juga bisa diartikan sebagai suatu rencana untuk pembagian dan penggunaan kekuatan militer dan material pada daerah-daerah tertentu untuk mencapai tujuan tertentu. 
Strategi adalah alternatif optimal yang dipilih untuk ditempuh guna mencapai tujuan. Strategi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus. Adapun strategi menurut Alfred Chandler : “ The determination of the basic long-term goals and objectives of an enterprise, and the adoption of courses of action and the allocation of resources necessary for carrying out these goals.” Penentuan sasaran jangka panjang dasar dan tujuan perusahaan dan penerapan program tindakan dan alokasi sumber daya yang diperlukan untuk melaksanakan sasaran tersebut. Menurut Riyanto, “ Strategi adalah suatu rencana tentang pendayagunaan dan penggunaaan potensi dan sarana yang ada untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi pengajaran”.
Menurut Hamel dan prahalad (1995) mengatakan bahwa strategi merupakan tindakan yang bersifat senantiasa meningkat/incremental dan terus menerus, serta dilakukan berdassarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh para pelanggan di masa datang.
Dari seluruh strategi besar organisasi, para eksekutif mendefinsikan strategi yang eksplisit yaitu rencana tindakan yang menjabarkan alokasi sumber daya dan aktivitas-aktivitas untuk menanggapi lingkungan dan membantu mencapai sasaran. Inti dari strategi ini adalah pilihan untuk melakukan aktivitas yang berbeda atau untuk melaksanakan aktivitas dengan cara yang berbeda dari pesaingnya. Sebagai contoh, Dell Computer meraih kesuksesan tanpa menggunakan perantara melainkan dengan melakukan penjualan langsung kepada konsumen.
Saat ini Dell menemukan bahwa perdagangan elektronik (e-commerce) merupakan perluasan alami dari pendekatan penjualan langsungnya (direct sales approarch) seperti dijelaskan dalam kotak teknologi. Strategi berubah sejalan beriringnya waktu untuk menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan akan tetapi agar tetap kompetitif, perusahaan harus membangun strategi yang terfokus pada kompetensi inti, membangun sinergi dan menciptakan nilai bagi konsumen.

C.    Implementasi Strategi

a.    Pengertian Implementasi Strategi
Implementasi adalah pekerjan yang dilakukan setelah merumuskan strategi. Dengan keterampilan intuitif dan analitis yang baik, motivasi dan kepemimpinan khusus serta mampu melakukan banyak koordinasi. Implementasi strategi adalah proses dimana manajemen mewujudkan strateginya dalam bentuk program, prosedur dan anggaran Implementasi strategi juga dapat diartikan sebagai pengembangan stategi dalam bentuk tindakan. Implementasi terkadang lebih sulit karena implementasi membawa sebuah perubahan. Banyak faktor-faktor tak terduga yang bisa menjadi hambatan.
Implementasi strategi adalah jumlah keseluruhan aktivitas dan pilihan yang dibutuhkan untuk dapat menjalankan perencanaan strategis. Implementasi strategis merupakan proses dimana beberapa strategi dan kebijakan diubah menjadi tindakan melalui pengembangan program, anggaran dan prosedur. Walaupun implementasi biasanya baru dipertimbangkan setelah strategi dirumuskan. Akan tetapi, implementasi merupakan kunci suksesnya dari manajemen strategi. Perumusan strategi akan implementasi strategi harus dilihat seperti dua sisi mata uang. 
Implementasi strategi diperlukan untuk merinci secara lebih konkrit dan jelas bagaimana sesungguhnya pilihan strategi yang telah ditentukan akan direalisir pada periode waktu yang telah ditentukan. strategi yang baik tanpa pelaksanaan yang efektif tidak mungkin akan berhasil. di samping itu, diperlukan koordinasi manajemen yang baik untuk menghubungkan strategi dengan rencana-rencana pelaksanaanya. Keberhasilan dalam manajemen strategis ditentukan oleh perumusan dan implementasi strategis yang baik. Implementasi strategi penting untuk memprioritaskan manajemen sumber daya manusia dan pemanfaatan sumber daya manusia dengan cara yang berbeda.
Implementasi strategi dapat dibedakan berdasarkan perumusan strategi adalah memposisikan kekuatan sebelum dilakukan tindakan. Implementasi strategi adalah mengelola kekuatan yang mengelola semua hal selama tindakan dijalankan. Perumusan strategi berfokus pada efektivitas. Implementasi strategi berfokus pada efisiensi. Perumusan strategi terutama adalah proses intelektual. Implementasi strategi terutama adalah proses operasional. Perumusan strategi membutuhkan keahlian intuitif dan analisis yang baik. Implementasi strategi membutuhkan motivasi khusus dan keahlian kepemimpinan. Perumusan strategi membutuhkan koordinasi di antara beberapa individu. Implementasi strategi membutuhkan koordinasi di antara banyak individu. 
b.    Proses Implementasi Strategik
1.    Menganalisa perubahan
Manajemen perubahan adalah proses terus-menerus memperbaharui organisasi berkenaan dengan arah, struktur dan kemampuan untuk melayani kebutuhan yang selalu berubah dari pasar, pelanggan dan para pekerja itu sendiri. Kegiatan manajemen perubahan harus berlangsung pada tingkat tinggi mengingat laju perubahan yang dihadapi akan lebih besar dari masa sebelumnya.
Ada banyak aspek yang memicu perubahan baik yang berasal dari internal maupun eksternal perusahaan. Dalam ini, perusahaan harus menganalisis perubahan yang akan terjadi seandainya formulasi strategi yang telah disepakati bersama diimplementasikan. Melalui analisis ini perusahaan memperhitungkan secara rinci seberapa besar perusahaan aka berubah apakah secara sangat sederhana dimana tidak akan ada perubahan strategis yang signifikan, sampai kepada perubahan yang kompleks misalnya merubah misi perusahaan
Tahap pertama dalam proses implementasi strategi untuk memberikan gagasan yang jelas dan terperinci mengenai seberapa banyak perusahaan harus berubah agar berhasil dalam mengimplementasikan strategi. Adapun beberapa pola dalam implementasi strategi yaitu sebagai berikut:
a)    Tidak adanya perubahan yang signifikan (continuation) terjadi karena adanya pengulangan strategi yang sama dengan strategi yang digunakan dalam periode sebelumnya.
b)    Perubahan rutin (routine change) merupakan perubahan yang digunakan oleh perusahaan untuk memikat pelanggan. Misalnya: Memperbaharui kemasan, taktik harga yang berbeda-beda.
c)    Perubahan terbatas (limited change) disebabkan adanya penawaran produk baru kepada pelanggan baru dalam golongan produk umum yang sama.
d)    Perubahan radikal (radikal change) bersifat dramatis dan tiba-tiba. Biasanya berskala besar, bersifat struktural maupun komersial. Seperti investasi di pasar saham, semakin besar perubahan semakin besar pula peluang serta resikonya. Karena organisasi selama ini berkembang orang jadi enggan menerima perubahan radikal. re-organisasi besar-besaran dalam perusahaan. Biasanya dilakukan pada saat terjadi merger dan akuisisi tetapi masih dalam industri yang sama.
e)    Organizational redirection melibatkan merger dan akuisisi perusahaan yang berasal dari industri yang sama sekali berbeda. Jenis ini merupakan perubahan yang kompleks dengan melibatkan perubahaan misi perusahaan.
2.    Menganalisa Struktur Organisasi
Perubahan strategi perusahaan mungkin akan membutuhkan beberapa perubahan dalam organisasi dan juga keahlian yang dibutuhkan pada posisi tertentu, berbagai perubahan yang terjadi dalam implementasi strategi akan mengarah para perubahan struktur organisasi. Struktur organisasi yang baik adalah struktur organisasi yang sesuai dengan strategi. Dengan kata lain, struktur organisasi mengikuti strategi. Oleh karena itu, penetapan struktur organisasi akan membantu mempertajam aktivitas kunci perusahaan dan memperlihatkan pola koordinasi yang diterapkan dalam menjalankan strategi. Dalam hal ini, aspek strategi, struktur dan lingkungan harus terpadu dalam satu kesatuan, atau jika tidak, maka kinerja perusahaan lemah.
Ada 5 jenis struktur organisasi yang digunakan yaitu sebagai berikut:
a.    Struktur Organisasi Sederhana
Di dalam manajemen strategis, struktur organisasi merupakan miniatur dari keseluruhan organisasi perusahaan. perubahan dalam strategi memerlukan terjadinya perubahan dalam struktur organisasi. pada umumnya penyusunan struktur organisasi memerlukan pemenuhan tujuh prinsip organisasi yaitu perumusan tuuan, kesatuan arah, pembagian kerja, pendelegasian wewenang dan tanggung jawab, koordinasi, tingkat pengawasan dan rentang kendali manajemen.
Pemilihan dan penentuan struktur organisasi perusahaan pada umumnya terkait dengan strategi perusahaan. pada struktur organisasi sederhana pada butir 1 dan 2 di atas yang mengatur pola hubungan kerja dan kewenangan, walaupun memiliki kelebihan namun diakui banyak kekurangan dalam tahap implementasinya. Menurut Pearce dan robinson implementasi strategi yang berhasil sebagian besar berbentuk struktur organisasi primer perusahaan seperti pada butir 3.
b.    Struktur Organisasi Fungsional
Struktur organisasi fungsional ini melibatkan seluruh fungsi utama termasuk keuangan, penelitian dan pengembangan, pemasaran dan manufaktur dimana juga berhubungan dengan departemen-departemen fungsional utama dalam unit kerja bisnis. 
c.    Struktur Organisasi Divisional
Mekanisme penguasaan melalui struktur keorganisasian multidivisonal bergantung pada desain untuk kendali yang mengajarkan peluang-peluang manajerial. Kantor perusahaan dan dewan memantau keputusan-keputusan strategik para manajer. Kepentingan manajerial ditingkatkan dalam memaksimumkan kesejahteraan. Struktur organisasi bentuk-M tidak perlu terbatas pada tindakan-tindakan swalayan para manajer tindakan perusahaan. Hal ini bisa membimbing untuk agak memperbesar penguasaan daripada tanpa diversifikasi.
Lini produk secara luas membuat mekanisme penguasaan sulit bagi para manajer level-puncak untuk mengevaluasi keputusan-keputusan strategik para manajer divisional. Struktur organisasi adalah salah satu sarana yang digunakan manajemen untuk mencapai sasarannya. Karena sasaran diturunkan dari strategi organisasi maka logis jika strategi dan struktur terkait erat. Lebih tepatnya struktur harus mengikuti strategi.
d.    Struktur Organisasi SBU (Strategic Business Unit Structure)
SBU merupakan suatu divisi organisasi yang memiliki misi bisnis, lini produk, pesaing dan pasar unik relatif terhadap UBS lain dalam organisasi yang sama dengan korporasi. Para eksekutif dalam seluruh jajaran korporasi pada umumnya didorong untuk mendefinisikan strategi besar dan kemudian membawanya bersama-sama ke dalam sebuah portofolio unit bisnis strategis untuk dilaksanakan. Salah satu cara penting untuk memikirkan masalah strategi portofolio unit bisnis strategis untuk dilaksanakan. Salah satu cara penting untuk memikirkan masalah strategi portofolio adalah dengan membuat matriks BSG.
Struktur organisasi SBU ini berhubungan dengan masing-masing unit bisnis atau produk lini. Strategi ini terfokus pada cara sebuah unit bisnis atau dalam industrinya. Keputusan strategis pada tingkat bisnis berkaitan dengan masalah iklan, arah dan perluasan riset dan pengembangan, perubahan produk, pengembangan produk baru, perlengkapan dan fasilitas dan perluasan atau penciutan lini-lini produk.
e.    Struktur Organisasi Matriks
Matriks BCG (Boston Consulting Group) diilustrasikan dalam peraga sebagai mengorganisir bisnis-bisnis dalam dua dimensi-pertumbuhan bisnis dan pangsa pasar. Tingkat pertumbuhan bisnis berkaitan dengan seberapa cepat indutri mengalami peningkatan. Pangsa pasar mendefinisikan apakah sebuah unit bisnis memiliki pangsa yang lebih kecil atau lebih besar dibandingkan dengan pesaingnya. Kombinasi dari pangsa pasar yang rendah dan tinggi dan pertumbuhan bisnis yang rendah dan tinggi ini menyajikan empat kategori bagi portofolio korporasi.
3.    Menganalisa Budaya Organisasi
Mengingat budaya organisasi memiliki pengaruh besar terhadap suksesnya implementasi strategi maka pihak manajemen harus melakukan analisis untuk menilai kesesuaian antara rumusan strategi dengan budaya organisasi. Organisasi perusahaan yang dirancang untuk mengimplementasikan suatu strategi sesungguhnya jauh lebih kompleks dibandingkan dengan format struktur organisasi yang digambarkan dalam sebuah bagan. Di luar bagan tersebut,sesungguhya ada hal lain yang sangat perlu mendapat perhatian manajemen dalam proses implementasi yaitu budaya organisasi mirip dengan kepribadian seseorang.
Budaya organisasi merupakan norma atau nilai yang dianut bersama yang menjadi dasar bertindak seorang individu dalam organisasi. Budaya organisasi inilah yang dapat menyebabkan mengapa suatu strategi dapat diimplementasikan pada suatu organisasi, sedangkan pada organisasi tersebut menghadapi kondisi yang relatif lama. Makin banyak anggota yang menerima nilai-nilai inti yang dianut organisasidan merasa sangat terikat kepadanya, maka akan semakin kuat budaya tersebut.
Budaya organisasi adalah sekumpulan asumsi penting berupa keyakinan dan nilai-nilai yang mempengaruhi opini dan tindakan dalam suatu perusahaan (pearce dan robinson. Menurut Albrecht  budaya organisasi menggambarkan sistem  sosial yang berlaku dalam sebuah perusahaan yang merangkum aspek-aspek kekuasaan/kepemimpinan, nilai, norma dan penghargaan.
Budaya organisasi dapat diartikan sebagai sikap, perilaku dan nilai-nilai, gaya manajemen dan kebiasaan mengambil keputusan orang-orang yang ada di dalam perusahaan. Menurut A. Wahab  budaya perusahaan adalah kunci keberhasilan dan berfungsi untuk menguatkan kemampuan perusahaan.  secara internal kelembagaan, fungsi ini dilahirkan melalui proses integrasi seluruh komponen SDM organisasi, khususnya tentang hakikat kerja yang tengah dilakukan organisasi dalam kerangka tim yang terpadu. budaya perusahaan senantiasa berkembang sesuai dengan strategi perusahaan.
Budaya itu mewakili persepsi bersama yang dianut oleh para organisasi tersebut yang menentukan anggota-anggotanya harus berperilaku. Di setiap organisasi, ada nilai, simbol, ritual, mitos dan praktik-praktik yang telah berkembang sejak lama sekali. Nilai-nilai kebersamaan dalam tingkat yang tinggi, apa yang para karyawan dan bagaimana mereka menanggapi dunia mereka. Individu mempersepsikan budaya organisasi berdasarkan apa yang mereka dengar di dalam organisasi tersebut.
Suatu organisasi harus membantu para karyawan beradaptasi dengan budayanya melalui suatu proses. Melalui proses sosialisasi karyawan baru mempelajai cara organisasi dalam melakukan sesuatu. Keuntungan lain dari organisasi adalah karena karyawan baru belum mengenal budaya organisasi sehingga ada kemungkinan mereka dapat mengubah keyakinan dan kebiasaan yang telah ada.
4.    Menganalisis Kepemimpinan
Kepemimpinan dan pemimpin bukanlah hal yang sama. kepemimpinan yang efektif pada organisasi publik dan organisasi nonprofit dan masyarakat merupakan pekerjaan secara bersama-sama yang melibatkan banyak orang yang memiliki pesan berbeda pada waktu yang berbeda. Intinya, orang yang sama akan menjadi pemimpin pada waktu tertentu dan menjadi pengikut pada waktu tertentu, pada saat pertukaran lingkaran strategi. Kepemimpinan merupakan inspirasi dan pergerakan sumber daya lain untuk melaksanakan tindakan secara bersama-sama guna mencapai nilai-nilai yang baik.
Gaya kepemimpinan secara umum yaitu sebagai berikut:
a.    Gaya kepemimpinan Administrator
1)    Kurang inovatif dan terlaku kaku pada aturan
2)    Sikapnya konservatif, kelihatan takut untuk mengambil resiko (mencari aman)
b.    Gaya Kepemimpinan Analitis
1)    Pembuatan keputusan didasarkan pada proses analisa terutama analisa logika
2)    Berorientasi pada hasil
3)    Rencana-rencana rinci dan jangka panjang
c.    Gaya Kepemimpinan Asertif
1)    Sifatnya agresif dan mempunyai perhatian yang sangat besar kepada pengendalian personal
2)    Lebih terbuka pada konflik dan kritik
d.    Gaya Kepemimpinan Entrepreneur
1)    Sangat menaruh perhatian kepada kekusaan dan hasil akhir
2)    Kurang menekankan kerjasama
3)    Selalu mencari easing dan menargetkan standar yang tinggi. 
c.    Rumusan Implementasi Strategik
Tujuan dan strategis perusahaan atau organisasi akan mudah untuk diimplementasikan dengan baik,apabila tujuan dan strategi tersebut dituangkan kedalam rangkaian kedalam bentuk program yang terjadwal dengan jelas serta memperoleh alokasi sumber daya yang memadai yang telah dituangkan dalam bentuk aggaran yang akan membentuk setiap programnya. Program-program yang dibuat oleh perusahaan selanjutnya didukung oleh prosedur yang menjelaskan secara rinci bagaimana suatu strategi harus dilakukan. Melalui prosedur  tersebut, akan menjelaskan berbagai aktivitas  yang harus dilakukan untuk menyelesaikan suatu program. Kemudian, perusahaan harus mengembangkan struktur organisasi yang akan memudahkan impplementasi strategi yang telah dipilih perusahaan atau organisasi.
Jumlah pihak yang terlibat dalam implementasi strategic sangatlah banyak, dibandingkan dengan mereka pihak  yang merumuskan. Disebagian besar perusahhaan multi-industri, pelaksana strategi adalah setiap orang yang ada didalam organisasi.
Pihak-pihak yang berperan dalam mengimplementasikan manajemen strategic sangatlah berperan dalam menetukan sukses atau tidaknya implementasi strategi, meskipun mereka hanya sedikit dilibatkan dalam pengembangan strategi perusaahaan. Perubahan visi, misi, tujuan, strategi, dan kebijakan-kebijkan penting perusahaan lainnya perlu dikomunikasikan secara jelas dan transparan kepada seluruh manajer operasional.  Dengan demikian maka manajer operasional akan mampu mempengaruhi manajemen puncak dan manajemen menengah dalam melakukakan setiap proses perumusan maupun implementasi untuk mencapai kinerja perusahaan yang optimal.
d.    Cara Mengimplementasikan Strategik
Untuk dapat mendukung implementasi strategi yang telah disusun, maka para manajer divisi dan wilayah fungsionanl harus bekerja sama dengan rekan manajer lainnya dalam mengembangkan program,anggaran, dan prosedur yang diperlukan untuk hal tersebut. Mereka harus mampu bekerja sama untuuk mencapai sinergi diantara berbagai divisi dan wilayah funngsional agar mampu unntuk mempertahankan dan mendapatkan keunggulan kompetitif perusahaan atau organisasi.
Beberapa langkah dalam implementasi strategic diantaranya:
1.    Mengembangkan Program, Anggaran, dan Prosedur
Program dibuat bertujuan untuk membuat strategi dan dapat dilaksanakan dalam tindakan (action oriented).  Setelah program tersusun, kemudian dilanjutkan dengan membuat anggaran. Merencanakan sebuah anggaran adalah proses pengecekan terakhir pihak manajemen terhadap kelayakan strategi yang dipilih. Dengan memperkirakan biaya yang harus dikeluarkan untuk mengimplementasikan sebuah progam, hal tersebut menjadi sebuah petunjuk dalam strategi yang ideal.
Proses menyusun dan mendesain anggaran program, baik divisional maupun perusahaan akan mengarahkan pihak manajemen untuk mengembangkan prosedur standart operasi (standart operating procedures/ SOP). SOP berisi rincian berbagai aktivitas yang diperlukan untuk sebuah program perusahaan atau organisasi.
2.    Mencapai Sinergi Salah satu tujuan yang harus dicapai dalam implementasi strategi adalah memperoleh sinergi diantara berbagai fungsi dan unit bisnis yang ada. Igor Ansoff menyatakan bahwa terdapat 4 jenis sinergi yang seringkali mempengaruhi keberhasilan implementasi strategi:
a.    Sinergi Pemasaran Sinergi pemasaran dapat tercipta melalui kerjasama antara saluran distribusi, wiraniaga, dana tau dengan gedung penyimpanan. Misalnya: sinergi melalui periklanan dan promosi bersama dapat memeberikan keuntungan yang berlipat ganda yang diperolah dengan biaya yang relative lebih kecil.
b.    Sinergi Operasional Sinergi operasional dapat diperolah melalui kerja sama penggunaan tenaga kerja dan fasilitas, dan kebutuhan operasional dengan jumlah yang besar.
c.    Sinergi Investasi Sinergi investasi dapat tercipta melalui penggunaan bersama fasilitas produksi dalam pabrik, pembelian persediaan bahan baku, penggunaan bersama peralatan dan mesin-mesin pengolahan.
d.    Sinergi Manajemen Sinergi manajemen diperoleh melalui pelaksanaan manajemen yang kompeten untuk menambah unit bisnis baru atau produk baru, sehingga dapat untuk meningkatkan kinerja. Sinergi-sinergi tersebut tidak akan diperoleh begitu saja, dalam mencapai sinergi-sinergi tersebut perlu adanya usaha untuk mengembangkan budaya organisasi yang mendukung, serta program pengembangan reorganisasi dalam memadukan keseluruhan operasi perusahan atau organisasi yang ada.
e.    Isu-isu dalam implementasi strategis
Suatu perencanaan strategis dikatakan sukses apabila ditopang oleh implementasi yang bagus kesuksesan itu melibatkan penerjemahan atas pemikiran strategis menjadi tindakan fungsional. seperti kata pepatah “merencanakan pekerejaan” ke “mengerjakan rencana” menurut anne mulcahy ketika berhasil mencitakan perubahan di Xerox ia berhasil melakukan lima hal sebagai berikut ;
1.    Mengidentifikasi tujuan-tujuan jangka pendek
2.    Menginisiasi taktik-taktik fungsional secara spesifik
3.    Melakukan outsourcing atas fungsi-fungsi yang tidak penting
4.    Mengkomunikasikan kebijakan yang memberdayakan karyawan dalam organisasi
5.    Mendesain penghargaan yang efektif
Hal itu tidak lepas dari tujuan jangka panjang yang diterjemahkan kedalam Tujuan jangka pendek guna memperoleh hasil yang terukur yang dapat dicapai atau dimaksudkan untuk dicapai dalam waktu satu tahun atau kurang. Tujuan jangka pendek membantu menerapkan strategi paling tidak dalam tiga cara ;
1.    Tujuan jangka pendek “ mengoperasionalkan tujuan jangka penjang.
2.    Pembahasan mengenai dan kesepakatan atas tujuan-tujuan jangka pendek membantu mengangkat masalah dan konflik potensial dalam masalah organisasi yang biasaanya memerlukan kordinasi guna menghindari konsekwensi yang bersifat disfungsional.
3.    Akhirnya tujuan-tujuan jangka pendek membantu implementasi strategis dengan mengidentifikasi hasil-hasil terukur dari rencana tindakan atau aktifitas fungsional, yang dapat digunaka untuk membuat umpan balik, koreksi dan evaluasi menjadi lebih relevan dan dapat diterima.
f.    Implementasi dan Evaluasi Strategi
Tahap implementasi dan evaluasi strategi ini merupakan tahap akhir dalam implementasi strategi. dalam tahap ini manajemen sudah harus mempunyai gagasan yang jelas mengenai struktur organisasi yang diinginkan, baik menyangkut struktur organisasi, budaya organisasi maupun gaya kepemimpinan. Menurut Thomas V. Bonoma dalam Hari Purnomo dan Zulkiflimansyah untuk melakukan tahap implementasi dan evaluasi strategi dengan baik dan berhasil manajemen organisasi perlu terbiasa dan membiasakan diri dengan empat jenis keahlian dasar yaitu sebagai berikut:
a)    Kemampuan berinteraksi (interacting skills) kemampuan ini ditunjukkan dengan kapasitas manajemen perusahaan dalam berinteraksi dan berempati dengan berbagai perilaku dan sikap orang lain untuk mencapai tujuannya.
b)    Kemampuan mengalokasi (allocation skills) kemampuan ini diperlukan untuk menunjang kemampuan manajemen dalam menjadwalkan tugas-tugas, anggaran waktu, serta sumber daya-sumberdaya lain secaa efisien.
c)    Kemampuan memonitoring (Monitoring skills) kemampuan ini meliputi kapabilitas perusahaan dalam menggunakan informasi secara efisien untuk memperbaiki atau menyelesaikan berbagai masalah yang timbul dalam proses implementasi
d)    Kemampuan mengorganisasikan (Organizing Skills) merupakan kemampuan untuk menciptakan jaringan atau organisasi informal dalam rangka menyesuaikan diri dengan berbagai masalah yang mungkin terjadi. 

D.    Kesimpulan

Implementasi strategi merupakan administrasi dan pelaksanaan rencana strategis. Para manajer dapat menggunakan persuasi, perlengkapan baru, perubahan struktur organisasi atau sistem imbalan untuk memastikan bahwa karyawan dan sumber daya digunakan untuk mewujudkan formulasi strategi menjadi kenyataan. Tahapan implementasi strategi meliputi penggunaan perangkat-perangkat manajerial dan organisasional untuk mengarahkan sumber daya yang tersedia menuju pencapaian hasil-hasil strategis.
Kesulitan dalam implementasi strategi semakin besar ketika perusahaan memutuskan untuk menjadi pemain global. Dalam area internasional, fleksibilitas dan komunikasi yang baik muncul sebagai keterampilan kepemimpinan yang harus ada. Dengan demikian, rancangan struktural harus digabungkan secara tepat dengan budaya asing yang begtu hubungan antara operasi di negara asing dengan negara asal. Pada akhirnya rekrutmen, pelatihan, pemindahan, promosi dan pemecatan sumber daya manusia internasional menciptakan masalah yang tidak dapat dihadapi di Amerika Utara. Hukum-hukum ketenagakerjaan, jaminan kerja, dan tradisi budaya untuk tetap mempertahankan karyawan yang tidak produktif dalam pekerjaan menyajikan masalah khusus dalam implementasi strategi. Implementasi strategi harus memperoleh perhatian lebih banyak dalam arena internasional dibandingkan dalam lingkungan domestik.
Implementasi strategi sangat esensial bagi manajemen strategis yang efektif. Para manajer mengimplementasikan strategi melalui kepemimpinan, rancangan struktural, sistem pengendalian dan informasi serta sumber daya manusia. Tanpa implementasi yang efektif strategi paling kreatif akan mengalami kegagalan.







DAFTAR PUSTAKA


Aime Heene. 2010. Manajemen Strategik Keorganisasian Publik.Bandung: Refika Aditama
Amir Taufiq.2011. Manajemen Strategik “ Konsep dan Aplikasi. Jakarta: Raja Grafindo Persada
George A. Steiner-John  B. Miner. 1982. Kebijakan dan strategi manajemen. jakarta: gelora aksara pratama
George R.Terry.2009. Prinsip-prinsip Manajemen. Jakarta: Bumi Aksara
Hadari Nawawi. 2005. Manajemen Strategik Organisasi Non Profit Bidang Pemerintahan dengan Ilustrasi di Bidang Pendidikan. Yogyakarta: Gadjahmada University Press
Hasan Basri dan Tatang. 2015. Kepemimpinan Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia
Hubbard,graham.2004. Strategi management thinking, analysis & action.australia: pearson education australia
Husein Umar.2005. Strategic Management in action. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Irne Diana Sari Wijayanti.2008. Manajemen. Jogjakarta: Mitra Cendekia Press
Pearce John A. dan Richard B. Robinson. 2008. Manajemen Strategis, Formulasi, Implementasi dan Pengendalian. Jakarta: Salemba Empat
Richard L. Daft. 2002. Manajemen Edisi Kelima. Jakarta: Erlangga
Robinson, 2008. menejemen strategis. Jakarta. Salemba empat.
Stephen P. Robbins dan Mary Coulter. 2007. Manajemen Edisi Kedelapan. Jakarta:Indeks Anggota IKAPI
Thomas Sumarsan. 2013. Sistem Pengendalian Manajemen: Konsep, Aplikasi dan Pengukuran Kinerja, Edisi 2.Jakarta: Indeks
Winardi,2007. Manajemen Perubahan (Management of Change).Jakarta: Prenada Media

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisis Mutu Kehidupan kerja Sumber Daya Manusia Pendidikan Islam